Selasa, 30 April 2019
KALENDER KEGIATAN MEI
Sabtu, 06 April 2019
KALENDER KEGIATAN APRIL
KEGIATAN APRIL 2019
- Isra' Mi'raj Nabi Muhammad saw 1440 H pada tanggal 2 April 2019, Ba'da Isya s.d. selesai.
- Pelatihan Bilal Tarawih I pada Selasa 9 April 2019, Ba'da Isya s.d. pukul 21:00 WIB.
- Pelatihan Bilal Tarawih II pada Selasa 16 April 2019, Ba'da Isya s.d. pukul 21:00 WIB.
- Kajian Bulanan Rutin Fikih Ibadah pada Rabu 17 April 2019, Ba'da Magrib s.d. Menjelang Isya.
- Pelatian Bilal Tarawih III pada Selasa 23 April 2019, Ba'da Isya s.d. pukul 21:00 WIB.
PELATIHAN BILAL TARAWIH
BKM RAYA SYUHADA GALANG
Galang Kota, 7 April 2019
Kepada Yth.
Pemuda/Remaja Masjid Raya Syuhada Galang
di
Tempat
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dengan ini kami mengundang Pemuda/Remaja Masjid Raya Syuhada Galang untuk hadir pada:
✅Hari: Selasa
👍🏻Tanggal: 9 April 2019
🕌Tempat: Masjid Raya Syuhada Galang
🕰Pukul: 20:00 wib s.d 21:00 wib (salat Isya berjamaah)
✅Kegiatan: PELATIHAN BILAL TARAWIH I (Pertama)
Demikian undangan ini kami sampaikan.
Sangat besar harapan kami Pemuda/Remaja dapat hadir demi terlaksananya peribadatan secara lebih baik.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
BKM RAYA SYUHADA GALANG
KETUA
H. RUSMAWADI, S.Pd.
SEKRETARIS
AHMAD ABRAR RANGKUTI, M.A.
Catatan:
MOHON balas/konfirmasi kesiapan hadir melalui WA. TERIMA KASIH
Galang Kota, 7 April 2019
Kepada Yth.
Pemuda/Remaja Masjid Raya Syuhada Galang
di
Tempat
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Dengan ini kami mengundang Pemuda/Remaja Masjid Raya Syuhada Galang untuk hadir pada:
✅Hari: Selasa
👍🏻Tanggal: 9 April 2019
🕌Tempat: Masjid Raya Syuhada Galang
🕰Pukul: 20:00 wib s.d 21:00 wib (salat Isya berjamaah)
✅Kegiatan: PELATIHAN BILAL TARAWIH I (Pertama)
Demikian undangan ini kami sampaikan.
Sangat besar harapan kami Pemuda/Remaja dapat hadir demi terlaksananya peribadatan secara lebih baik.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
BKM RAYA SYUHADA GALANG
KETUA
H. RUSMAWADI, S.Pd.
SEKRETARIS
AHMAD ABRAR RANGKUTI, M.A.
Catatan:
MOHON balas/konfirmasi kesiapan hadir melalui WA. TERIMA KASIH
Kamis, 28 Maret 2019
VISI MISI
VISI:
MASJID RAYA SYUHADA SEBAGAI PUSAT PEMBERDAYAAN UMAT ISLAM DI KECAMATAN GALANG PADA TAHUN 2020.
MISI:
- Melaksanakan Kegiatan Keagamaan Islam dengan Melibatkan Potensi Umat Islam dan Pemerintah.
- Menambah Fasilitas dan Renovasi Masjid Secara Bertahap.
- Membangun Jaringan Informasi Umat.
- Mempersiapkan Kader Generasi Islam yang Mumpuni dalam Bidang Peribadatan, Sosial, dan Ekonomi.
- Membangun Basis Data Potensi Umat Islam.
- Menjalin Kerjasama dengan Lembaga atau Organisasi Kemasyarakatan Islam.
RENCANA:
- Menggiatkan Kajian-kajian Islam Secara Rutin untuk Semua Jamaah.
- Mengadakan Alat dan/atau Merenovasi Sarana Prasarana Masjid secara Terencana.
- Mengaktifkan Media Komunikasi Tulisan, dan Media Sosial sebagai Sarana Informasi Kemasjidan.
- Melaksanakan Pelatihan Bilal Ramadan, Imam Salat, Wirausaha dan Network.
- Membuat Basis Data Potensi Umat Islam yang Valid.
- Meningkatkan Promosi Kemasjidan sebagai Syiar Pemberdayaan Umat Islam.
- Menggiatkan Kajian-kajian Islam Secara Rutin untuk Semua Jamaah.
- Mengadakan Alat dan/atau Merenovasi Sarana Prasarana Masjid secara Terencana.
- Mengaktifkan Media Komunikasi Tulisan, dan Media Sosial sebagai Sarana Informasi Kemasjidan.
- Melaksanakan Pelatihan Bilal Ramadan, Imam Salat, Wirausaha dan Network.
- Membuat Basis Data Potensi Umat Islam yang Valid.
- Meningkatkan Promosi Kemasjidan sebagai Syiar Pemberdayaan Umat Islam.
Rabu, 27 Maret 2019
KABAR SYUHADA
ISRA' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW DAN PEMBERIAN SANTUNAN
BKM Raya Syuhada Galang mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i untuk hadir dalam peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1440 H pada:
Hari/Tanggal: Selasa/2 April 2019
Tempat: Masjid Raya Syuhada Galang
Pukul: 20:30 WIB s.d. selesai
Tema: Mari Jadikan Salat Sebagai Kebutuhan dan Makmurkan Masjid Sebagai Tanda Keimanan
Kegiatan: Isra' Mi'raj dan Pemberian Santunan Kepada Bilal Mayat, Penggali Kubur, dan Kaum Dhu'afa
Muballigh: Ustadz Mukhlisin, S.H.I.
BKM Raya Syuhada Galang
Ketua Sekretaris
Jumat, 22 Maret 2019
KABAR SYUHADA
BKM Raya Syuhada Galang
UNDANGAN
Galang Kota, 22 Maret 2019
Yth
Bapak/Ibu/Sdr/i....
di
Tempat
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
BKM Raya Syuhada Galang mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i untuk hadir dalam perayaan *ISRA' MI'RAJ NABI MUHAMMAD SAW* pada:
Hari: Selasa (malam Rabu)
Tanggal: 2 April 2019
Pukul: 20:00 wib s.d. selesai
Tempat: Masjid Raya Syuhada Galang
Muballigh: Ustadz Mukhlisin, S.H.I.
Besar harapan kami Bapak/Ibu/Sdr/i hadir dalam kegiatan di atas.
Atas perhatian dan kehadiran, kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
BKM Raya Syuhada Galang
Ketua
H. Rusmawadi, S.Pd.
Sekretaris
Ahmad Abrar Rangkuti, M.A.
Selasa, 12 Maret 2019
CALL FOR PAPER
BKM Raya Syuhada Galang menerima tulisan dalam bentuk artikel keislaman, ulasan ilmiah keislaman, maupun buletin.
Tulisan dibuat dalam kertas ukuran A4 dua halaman satu spasi, dengan font Times New Roman ukuran 12, dan untuk tulisan Arab menggunakan font Traditional Arabic ukuran 18.
Tulisan dikirim melalui email masjidrayasyuhada@gmail.com. Tulisan yang masuk akan dipublikasikan di blog Masjid Raya Syuhada Galang dengan ketentuan isi tulisan menjadi tanggung jawab penulis.
Senin, 11 Maret 2019
UNDANGAN PENGAJIAN
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
BKM Raya Syuhada Kecamatan Galang mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i untuk mengikuti pengajian rutin FIKIH IBADAH, pada:
Hari/Tanggal: Rabu (malam Kamis)
20 Maret 2019
Pukul: 19:00 s.d menjelang Isya
Ustadz: Drs. H. M. Sakti Rangkuti, M.A.
Besar harapan kami Bapak/Ibu/Sdr/i berkenan hadir.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Galang Kota, 12 Maret 2019
BKM Raya Syuhada Galang
Ketua: Sekretaris:
H. Rusmawadi, S.Pd. A. Abrar Rkt, M.A.
Minggu, 10 Maret 2019
Edisi 02: 10-16 Maret 2019
SOLUSI MASALAH REMAJA DALAM ISLAM
Oleh: Ahmad Abrar Rangkuti, M.A.
Sekretaris: BKM Raya Syuhada Galang, PC Alwashliyah Galang, dan MUI Galang
Blog: http://abrarrkt.blogspot.com
A. Kehidupan dan Masalah Remaja
Selama ini kehidupan remaja dianggap oleh anggota masyarakat sebagai kehidupan yang susah diatur, kasar, ugal-ugalan, jauh dari agama, melawan orangtua, dan stigma negatif lainnya.
Meskipun tidak semua hal di atas berlaku secara umum, ada juga remaja yang kehidupannya dekat dengan agama, patuh dengan orangtua, disiplin, santun, dan sebagainya.
Oleh karena itu, perlu solusi atas permasalahan dalam kehidupan remaja. Kalau kajian tentang remaja berhenti pada studi biologi, kehidupan remaja dengan berbagai masalahnya hanya dapat diselesaikan pada tahapan biologis saja.
Begitu juga kalau masalah remaja hanya diatasi dengan pendekatan psikologi, hal ini masih menyelesaikan masalah lapis luar atau (artificial) saja. Sebagaimana psikologi yang hanya mengkaji gejala perilaku manusia, pendekatan ini belum menyentuh sisi terdalam manusia.
Kalaupun diselesaikan dengan pendekatan sosiologi, hal tersebut juga masih belum menjawab inti masalah kehidupan remaja. Sebagaimana kajian sosiologi yang hanya berkutat pada intetraksi, komunikasi, dan sosialisasi, pendekatan ini belum menjawab secara utuh masalah remaja.
Hal ini berarti belum memberikan solusi yang mendasar terhadap masalah yang dihadapi remaja. Solusi dari berbagai masalah di atas ada dalam ajaran Islam. Dimulai dengan identifikasi masalah, merujuk Alquran, hadis maupun sunnah, dan mengambil ibrah dari sejarah kehidupan sahabat, tabi'in, dan salafus salih.
B. Islam: Solusi Masalah Remaja
Doa Nabi Kepada Ibn Abbas
اللهم فقهه في الدين و علمه التأويل
Nasehat Nabi tentang menjaga Allah
احفظ الله
Doa Nabi kepada laki laki yang hendak berzina
اللهم اغفر ذنبه وطهر قلبه وحصن فرجه
A. Kehidupan dan Masalah Remaja
Kehidupan remaja secara biologis ditandai dengan rentang usia 13 sampai dengan 21 tahun. Secara biologis pula remaja ditandai berbagai perubahan primer dan skunder.
Perubahan primer di antaranya adalah perubahan pada pertumbuhan volume tubuh, dan perkembangan emosional. Sementara itu, perubahan skunder ditandai antara lain dengan perubahan suara yang semakin besar (bagi laki-laki) dan nyaring (bagi perempuan), tumbuh rambut atau bulu di bagian tubuh tertentu, dan sebagainya.
Dengan berbagai perubahan tersebut, remaja menjalani fase kehidupan yang tidak lagi disebut anak-anak, tidak juga dewasa. Dari sini mulai timbul masalah dalam kehidupan remaja. Remaja tidak ingin lagi diperlakukan dan disebut anak-anak. Ini merupakan masalah pengakuan identitas remaja.
Selama ini kehidupan remaja dianggap oleh anggota masyarakat sebagai kehidupan yang susah diatur, kasar, ugal-ugalan, jauh dari agama, melawan orangtua, dan stigma negatif lainnya.
Meskipun tidak semua hal di atas berlaku secara umum, ada juga remaja yang kehidupannya dekat dengan agama, patuh dengan orangtua, disiplin, santun, dan sebagainya.
Oleh karena itu, perlu solusi atas permasalahan dalam kehidupan remaja. Kalau kajian tentang remaja berhenti pada studi biologi, kehidupan remaja dengan berbagai masalahnya hanya dapat diselesaikan pada tahapan biologis saja.
Begitu juga kalau masalah remaja hanya diatasi dengan pendekatan psikologi, hal ini masih menyelesaikan masalah lapis luar atau (artificial) saja. Sebagaimana psikologi yang hanya mengkaji gejala perilaku manusia, pendekatan ini belum menyentuh sisi terdalam manusia.
Kalaupun diselesaikan dengan pendekatan sosiologi, hal tersebut juga masih belum menjawab inti masalah kehidupan remaja. Sebagaimana kajian sosiologi yang hanya berkutat pada intetraksi, komunikasi, dan sosialisasi, pendekatan ini belum menjawab secara utuh masalah remaja.
Hal ini berarti belum memberikan solusi yang mendasar terhadap masalah yang dihadapi remaja. Solusi dari berbagai masalah di atas ada dalam ajaran Islam. Dimulai dengan identifikasi masalah, merujuk Alquran, hadis maupun sunnah, dan mengambil ibrah dari sejarah kehidupan sahabat, tabi'in, dan salafus salih.
B. Islam: Solusi Masalah Remaja
Doa Nabi Kepada Ibn Abbas
اللهم فقهه في الدين و علمه التأويل
Nasehat Nabi tentang menjaga Allah
احفظ الله
Doa Nabi kepada laki laki yang hendak berzina
اللهم اغفر ذنبه وطهر قلبه وحصن فرجه
REFERENSI
MANAJEMEN MASJID
Pengelolaan sebuah organisasi memerlukan panduan manual dan pelaksanaan praktis. BKM Raya Syuhada Kecamatan Galang berupaya keras untuk melakukan penelusuran referensi dalam pengelolaan Masjid Raya Syuhada Kecamatan Galang.
Selain itu, BKM Raya Syuhada Kecamatan Galang juga aktif mengikuti pelatihan-pelatihan kemasjidan yang diselenggarakan oleh Dewan Masjid Indonesia, UIN Sumatera Utara, maupun organisasi atau instansi lain.
Tujuan dari semua itu adalah untuk memberikan pelayanan terbaik untuk para jamaah Masjid Raya Syuhada Kecamatan Galang. Sesuai dengan motto Masjid Raya Syuhada Kecamatan Galang Ukhuwah, Amanah, dan Ummah.
Tujuan dari semua itu adalah untuk memberikan pelayanan terbaik untuk para jamaah Masjid Raya Syuhada Kecamatan Galang. Sesuai dengan motto Masjid Raya Syuhada Kecamatan Galang Ukhuwah, Amanah, dan Ummah.
KABAR SYUHADA
INFORMASI ONLINE
BKM Raya Syuhada Kecamatan Galang selalu berusaha semaksimal dan sedaya upaya yang dimiliki untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah tetap dan jamaah tidak tetap Masjid Raya Syuhada Kecamatan Galang.
Untuk itu BKM Raya Syuhada Kecamatan Galang sangat membutuhkan dukungan para jamaah, pengurus, dan segenap pihak muslim untuk bersama-sama sesuai dengan kapasitas dan kemampuan yang dimiliki untuk menghidupkan, menyemarakkan, dan meramaikan masjid ini dengan pelaksanaan ibadah secara berjamaah.
Hasil penelusuran secara online melalui search engine Google ditemukan beberapa tanggapan, kesan, saran, dari jamaah tetap maupun tidak tetap tentang Masjid Raya Syuhada Kecamatan Galang. Hasil dari kesemuanya itu terangkum dalam dokumentasi foto-foto di atas.
Ada yang berkesan dengan tempat wudhu' dengan airnya yang dingin dan segar, ada juga yang berkesan dengan taman, halaman yang luas, permainan, ada pula yang berkesan dengan aktivitas masyarakat di sekitar masjid yang menghabiskan waktu dengan berolahraga sore hari, bahkan ada yang berkesan dengan permainan dan kuliner yang ada di sekitar Masjid Raya Syuhada Kecamatan Galang.
Rabu, 06 Maret 2019
Edisi 01: 1-9 Maret 2019
KRITERIA PEMAKMUR MASJID
Oleh: Ahmad Abrar Rangkuti, M.A.
Sekretaris: BKM Raya Syuhada, MUI Galang, dan PC Alwashliyah Galang
Sekretaris: BKM Raya Syuhada, MUI Galang, dan PC Alwashliyah Galang
انــما يعــمر مســـاجد اللـــه مــن ا مـــن باللـــه و اليـــوم الأخر وأقــام الصـــلاة و أتى الـــزكاة و لم يخس الا اللـــه فعـــسى أولئك من المهــــتدين
"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, serta tetap mendirikan salat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." QS. at-Taubah: 18
Pendahuluan
Surah at-Taubah ayat 18 menjelaskan tentang kriteria-kriteria pemakmur masjid. Dalam ayat tersebut, Allah swt. memulai dengan menggunakan redaksi kata innama; sesuatu yang menarik ditelaah secara gramatikal. Dalam ilmu Bahasa Arab, kata innama menunjukkan adanya pembatasan makna dan pengkhususan makna kata (adat al-hashr).
Kata innama digunakan untuk memberi batasan arti yang jelas dan tegas terhadap suatu teks dan/atau konteks. Dalam ayat 18 di atas (teks), Allah membatasi dan mengkhususkan kriteria-kriteria apa saja yang menjadi syarat pemakmur masjid. Dengan demikian, redaksi kata innama memberi makna bahwa tidak semua orang yang hadir ke masjid disebut pemakmur masjid (konteks).
Kriteria-kriteria Pemakmur Masjid
Motivasi (niat) orang Islam (muslim) hadir ke masjid berbeda satu dengan lainnya. Sebagian muslim hadir ke masjid untuk beribadah (salat, zikir, baca Alquran), sedangkan sebagian lain hadir untuk tujuan di luar ibadah. Ada pula muslim yang hadir ke masjid dikarenakan jabatannya sebagai pengurus masjid, dan ada yang hadir bukan karena alasan jabatan tersebut.
Perbedaan motivasi tersebut berdampak pada perbuatan (amal) yang dihasilkan. Dalam konsep Islam, amal (penggunaan daya/potensi) merujuk empat hal, yaitu: 1) daya akal, 2) daya hati, 3) daya gerak, dan 4) daya hidup. Tidak jarang dijumpai orang yang motivasinya salah, salah pula penggunaan empat hal di atas. Akal tidak mampu membedakan benar dan salah, hati tidak peka terhadap baik dan buruk, gerak tidak mampu membawa ketaatan, dan hidup terbuang untuk hal yang tidak bermanfaat.
Inilah bukti bahwa perbuatan didasarkan atas niat. Niat yang baik akan menghasilkan amal yang baik. Begitu pula sebaliknya. Dalam kaitannya dengan kriteria pemakmur masjid, pondasi niat yang benar berawal dari keimanan kepada Allah dan keimanan kepada Hari Akhir terkait dengan balasan niat dan amal. Dua pondasi keimanan tersebut sebagian dari kriteria pemakmur masjid.
Imam al-Qurthubi menafsirkan surah at-Taubah ayat 18 ditinjau dari dua aspek. Aspek pertama yaitu ketika kita yang menjadi aktor pemakmur masjid, dan aspek kedua yaitu ketika kita melihat ada muslim lain yang menjadi aktor pemakmur masjid (selain diri kita). Kedua aspek memiliki kewajiban yang berbeda dan bernilai tinggi di sisi Allah.
Untuk aspek yang pertama (diri kita sebagai pemakmur masjid), kita berkewajiban memakmurkan masjid dengan melandasi perbuatan dengan keimanan yang benar. Sedangkan bagi aspek kedua (muslim lain sebagai pemakmur masjid) hendaknya kita memandang dan berprasangka baik kepada mereka yang telah memakmurkan masjid. Adapun dalil yang digunakan Imam al-Qurthubi untuk menjelaskan aspek pertama adalah surah at-Taubah ayat 18, dan untuk aspek kedua adalah hadis Nabi saw riwayat Imam at-Tirmizi dari Abu Sa'id al-Khudri.
Kalau demikian, apa saja kriteria-kriteria pemakmur masjid?
1. Beriman Kepada Allah
Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa dengan intensifnya hadir ke masjid melaksanakan ibadah, Allah swt. akan meneguhkan keimanan seseorang di dalam hatinya. Dalam hal ini berlaku sebuah rumus persamaan, semakin sering beribadah di masjid, semakin kuat keimanan. Begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, pendapat ini menjawab pertanyaan yang akrab di masyarakat tentang bagaimana cara meneguhkan keimanan. Jawabannya, hadir beribadah di masjid.
2. Beriman Kepada Hari Akhir
Beriman kepada Allah dan Hari Akhir menggambarkan adanya suatu rangkaian keimanan yang utuh. Di dalamya sudah termuat iman kepada Malaikat, Kitab, Nabi dan Rasul, serta Qada dan Qadar. Berawal dari iman kepada Allah dan berakhir kepada iman kepada Hari Akhir. Berawal dari niat karena Allah, dan berakhir dengan balasan amal dari Allah swt.
3. Mendirikan Salat
Imam Ibn Katsir menyebutkan bawah salat merupakan ibadah badaniah yang paling besar. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa salat yang dimaksud dalam ayat 18 ini adalah salat wajib lima waktu.
4. Membayar Zakat
Membayar zakat disebut Imam Ibn Katsir sebagai kebaikan yang afdal (aktsar tsawaban wa maqaman [lebih banyak pahala dan lebih tinggi kedudukan amal]) dalam membina akhlak dan kebajikan. Pemakmur masjid tidak akan melupakan kewajiban ini baik zakat fitrah, zakat harta, zakat profesi, zakat pertanian, dan sebagainya. Zakat secara umum berfungsi menyucikan jiwa dan harta dari hal yang tercela.
5. Takut Hanya Kepada Allah
Kaum kafir, musyrik, munafik, tidak memiliki rasa takut kepada Allah swt. Sebaliknya muslim yang beriman akan memiliki rasa takut hanya kepada Allah swt. Imam al-Qurthubi menyebut bahwa para penyembah berhala hanya takut kepada berhala yang mereka sembah. Rasa takut ini pula yang perlu diasah oleh setiap muslim. Caranya tidak lain adalah dengan hadir ke masjid untuk beribadah.
Kelima kriteria di atas merupakan kriteria pemakmur masjid sekaligus menjadi bentuk-bentuk aktivitas memakmurkan masjid. Tidak harus menunggu beriman, menunaikan zakat, salat, takut kepada Allah swt. lebih dahulu baru kemudian kita memakmurkan masjid. Justru, kelima kriteria di atas akan semakin tampak dan kuat apabila aktivitas memakmurkan masjid terus dilaksanakan.
Manfaat Memakmurkan Masjid
Di akhir surah at-Taubah ayat 18, Allah swt memberi jaminan kepada pemakmur masjid bahwa mereka akan memeroleh hidayah. Dalam ayat ini Allah swt. mengungkapkannya dengan redaksi kata 'asaa. Kata ini oleh ulama Tafsir dimaknai sebagai min wajibatillahi atau merupakan kewajiban bagi Allah swt. untuk memberi hidayah bagi pemakmur masjid. Hidayah dalam Islam bermakna maa yuwaasilu ilal mathlub, atau segala sesuatu yang menyampaikan kepada tujuan.
Setiap pemakmur masjid pasti memiliki cita-cita, harapan, tujuan, doa, hajat, kebutuhan, dsb. Semua hal tersebut dapat terwujud ketika Allah swt memberi hidayah-Nya kepada pemakmur masjid. Hidayahlah yang menjadi perantara untuk mudah sampai kepada semua hal di atas. Secara khusus dalam sebuah hadis marfu' riwayat Anas bin Malik r.a. disebutkan bahwa Allah swt akan menghindarkan bencana bagi pemakmur masjid, orang yang hatinya selalu terpaut kepada masjid, dan beristighfar di waktu sahur. Hal ini merupakan di antara manfaat memakmurkan masjid. Wallahu a'lam.
Surah at-Taubah ayat 18 menjelaskan tentang kriteria-kriteria pemakmur masjid. Dalam ayat tersebut, Allah swt. memulai dengan menggunakan redaksi kata innama; sesuatu yang menarik ditelaah secara gramatikal. Dalam ilmu Bahasa Arab, kata innama menunjukkan adanya pembatasan makna dan pengkhususan makna kata (adat al-hashr).
Kata innama digunakan untuk memberi batasan arti yang jelas dan tegas terhadap suatu teks dan/atau konteks. Dalam ayat 18 di atas (teks), Allah membatasi dan mengkhususkan kriteria-kriteria apa saja yang menjadi syarat pemakmur masjid. Dengan demikian, redaksi kata innama memberi makna bahwa tidak semua orang yang hadir ke masjid disebut pemakmur masjid (konteks).
Kriteria-kriteria Pemakmur Masjid
Motivasi (niat) orang Islam (muslim) hadir ke masjid berbeda satu dengan lainnya. Sebagian muslim hadir ke masjid untuk beribadah (salat, zikir, baca Alquran), sedangkan sebagian lain hadir untuk tujuan di luar ibadah. Ada pula muslim yang hadir ke masjid dikarenakan jabatannya sebagai pengurus masjid, dan ada yang hadir bukan karena alasan jabatan tersebut.
Perbedaan motivasi tersebut berdampak pada perbuatan (amal) yang dihasilkan. Dalam konsep Islam, amal (penggunaan daya/potensi) merujuk empat hal, yaitu: 1) daya akal, 2) daya hati, 3) daya gerak, dan 4) daya hidup. Tidak jarang dijumpai orang yang motivasinya salah, salah pula penggunaan empat hal di atas. Akal tidak mampu membedakan benar dan salah, hati tidak peka terhadap baik dan buruk, gerak tidak mampu membawa ketaatan, dan hidup terbuang untuk hal yang tidak bermanfaat.
Inilah bukti bahwa perbuatan didasarkan atas niat. Niat yang baik akan menghasilkan amal yang baik. Begitu pula sebaliknya. Dalam kaitannya dengan kriteria pemakmur masjid, pondasi niat yang benar berawal dari keimanan kepada Allah dan keimanan kepada Hari Akhir terkait dengan balasan niat dan amal. Dua pondasi keimanan tersebut sebagian dari kriteria pemakmur masjid.
Imam al-Qurthubi menafsirkan surah at-Taubah ayat 18 ditinjau dari dua aspek. Aspek pertama yaitu ketika kita yang menjadi aktor pemakmur masjid, dan aspek kedua yaitu ketika kita melihat ada muslim lain yang menjadi aktor pemakmur masjid (selain diri kita). Kedua aspek memiliki kewajiban yang berbeda dan bernilai tinggi di sisi Allah.
Untuk aspek yang pertama (diri kita sebagai pemakmur masjid), kita berkewajiban memakmurkan masjid dengan melandasi perbuatan dengan keimanan yang benar. Sedangkan bagi aspek kedua (muslim lain sebagai pemakmur masjid) hendaknya kita memandang dan berprasangka baik kepada mereka yang telah memakmurkan masjid. Adapun dalil yang digunakan Imam al-Qurthubi untuk menjelaskan aspek pertama adalah surah at-Taubah ayat 18, dan untuk aspek kedua adalah hadis Nabi saw riwayat Imam at-Tirmizi dari Abu Sa'id al-Khudri.
Kalau demikian, apa saja kriteria-kriteria pemakmur masjid?
1. Beriman Kepada Allah
Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa dengan intensifnya hadir ke masjid melaksanakan ibadah, Allah swt. akan meneguhkan keimanan seseorang di dalam hatinya. Dalam hal ini berlaku sebuah rumus persamaan, semakin sering beribadah di masjid, semakin kuat keimanan. Begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, pendapat ini menjawab pertanyaan yang akrab di masyarakat tentang bagaimana cara meneguhkan keimanan. Jawabannya, hadir beribadah di masjid.
2. Beriman Kepada Hari Akhir
Beriman kepada Allah dan Hari Akhir menggambarkan adanya suatu rangkaian keimanan yang utuh. Di dalamya sudah termuat iman kepada Malaikat, Kitab, Nabi dan Rasul, serta Qada dan Qadar. Berawal dari iman kepada Allah dan berakhir kepada iman kepada Hari Akhir. Berawal dari niat karena Allah, dan berakhir dengan balasan amal dari Allah swt.
3. Mendirikan Salat
Imam Ibn Katsir menyebutkan bawah salat merupakan ibadah badaniah yang paling besar. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa salat yang dimaksud dalam ayat 18 ini adalah salat wajib lima waktu.
4. Membayar Zakat
Membayar zakat disebut Imam Ibn Katsir sebagai kebaikan yang afdal (aktsar tsawaban wa maqaman [lebih banyak pahala dan lebih tinggi kedudukan amal]) dalam membina akhlak dan kebajikan. Pemakmur masjid tidak akan melupakan kewajiban ini baik zakat fitrah, zakat harta, zakat profesi, zakat pertanian, dan sebagainya. Zakat secara umum berfungsi menyucikan jiwa dan harta dari hal yang tercela.
5. Takut Hanya Kepada Allah
Kaum kafir, musyrik, munafik, tidak memiliki rasa takut kepada Allah swt. Sebaliknya muslim yang beriman akan memiliki rasa takut hanya kepada Allah swt. Imam al-Qurthubi menyebut bahwa para penyembah berhala hanya takut kepada berhala yang mereka sembah. Rasa takut ini pula yang perlu diasah oleh setiap muslim. Caranya tidak lain adalah dengan hadir ke masjid untuk beribadah.
Kelima kriteria di atas merupakan kriteria pemakmur masjid sekaligus menjadi bentuk-bentuk aktivitas memakmurkan masjid. Tidak harus menunggu beriman, menunaikan zakat, salat, takut kepada Allah swt. lebih dahulu baru kemudian kita memakmurkan masjid. Justru, kelima kriteria di atas akan semakin tampak dan kuat apabila aktivitas memakmurkan masjid terus dilaksanakan.
Manfaat Memakmurkan Masjid
Di akhir surah at-Taubah ayat 18, Allah swt memberi jaminan kepada pemakmur masjid bahwa mereka akan memeroleh hidayah. Dalam ayat ini Allah swt. mengungkapkannya dengan redaksi kata 'asaa. Kata ini oleh ulama Tafsir dimaknai sebagai min wajibatillahi atau merupakan kewajiban bagi Allah swt. untuk memberi hidayah bagi pemakmur masjid. Hidayah dalam Islam bermakna maa yuwaasilu ilal mathlub, atau segala sesuatu yang menyampaikan kepada tujuan.
Setiap pemakmur masjid pasti memiliki cita-cita, harapan, tujuan, doa, hajat, kebutuhan, dsb. Semua hal tersebut dapat terwujud ketika Allah swt memberi hidayah-Nya kepada pemakmur masjid. Hidayahlah yang menjadi perantara untuk mudah sampai kepada semua hal di atas. Secara khusus dalam sebuah hadis marfu' riwayat Anas bin Malik r.a. disebutkan bahwa Allah swt akan menghindarkan bencana bagi pemakmur masjid, orang yang hatinya selalu terpaut kepada masjid, dan beristighfar di waktu sahur. Hal ini merupakan di antara manfaat memakmurkan masjid. Wallahu a'lam.
BIDANG IMARAH
Subuh Berjamaah
Gambar 1: Foto bersama beberapa jamaah tetap Masjid Raya Syuhada setelah salat Subuh berjamaah
KABAR SYUHADA
Kerja Bakti KKYD Tahun 2019 Polres Deliserdang Gabungan TNI, Polri, Pemda, Polsus, Satpam, dan Masyarakat
Gambar 1: Ketua BKM Raya Syuhada Kecamatan Galang H. Rusmawadi, S.Pd menerima secara simbolis bantuan cat, dan alat kebersihan dari Polres Deliserdang
Gambar 2: Foto bersama berbagai unsur pelaksana kegiatan kerja bakti
Gambar 3: Apel persiapan pelaksanaan kerja bakti dihadiri oleh Camat Galang, Ismail, S.STP., M.Si
KABAR SYUHADA
Kegiatan Zikir dan Doa Awal Tahun 2019
Gambar 1: Taushiyah, Zikir, dan Doa Awal Tahun 2019 Disampaikan oleh Ustadz Drs. H. Mujahiduddin (01/01/2019)
Gambar 2: Taushiyah, Zikir, dan Doa Awal Tahun 2019 Diikuti oleh Muspika Galang, Pengurus BKM se-Kecamatan Galang, dan Jamaah Perwiridan Ibu Kelurahan Galang Kota (01/01/2019)
KABAR SYUHADA
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: KARATE DOJO TIGER, KULINER, DAN PERMAINAN
Sesuai dengan cita-cita Masjid Raya Syuhada Kecamatan Galang sebagai wadah pemberdayaan umat di Kecamatan Galang, BKM Raya Syuhada Galang menerima setiap kegiatan positif yang digagas masyarakat untuk diberdayakan.
Fasilitas masjid dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang berorientasi kepada hal-hal positif bagi umat Islam, termasuk di antaranya penggunaan lapangan untuk latihan beladiri, kuliner jajanan, dan permainan.
BKM Raya Syuhada hanya sebagai penyedia dan pemberi izin penggunaan tempat. Sedangkan pengelolaan kegiatan dan usaha sepenuhnya ada di tangan pemilik usaha atau kegiatan.
Gambar 1: Latihan Seni Bela Diri Karate Dojo Tiger Galang di Masjid Raya Syuhada
Gambar 2: Latihan Seni Bela Diri Karate Dojo Tiger di Masjid Raya Syuhada
Gambar 3: Ragam Menu Jajanan di Masjid Raya Syuhada
Gambar 4: Permainan Anak-anak di Masjid Raya Syuhada
Sabtu, 02 Maret 2019
KAJIAN ISLAM
KAJIAN TAFSIR ALQURAN
TAFSIR SURAH AL FATIHAH AYAT KETUJUH
(Tafsir Makna Nikmat, Magdub, Dallun dan Ta’min)
Oleh: AHMAD
ABRAR RANGKUTI, S.Pd.I.,M.A.[1]
Disampaikan dalam Kajian Tafsir Alquran
Balai
Penelitian Sei Putih, Kamis 16 November 2017
A. Pendahuluan
Allah swt menurunkan sebanyak 104 kitab kepada para nabi
dan rasul-Nya dan dari kitab tersebut isinya terkumpul ke dalam empat kitab,
yaitu taurat, zabur, injil, dan Alquran. Dari keempat kitab tersebut isinya
dimuat dalam satu kitab, yaitu Alquran. Kemudian, dari satu kitab tersebut,
kandungan isinya termuat dalam satu surah yaitu al-Fatihah. Selanjutnya, dari
tujuh ayat surah al-Fatihah, seluruh makna ayatnya terangkum dalam ayat iyyaka
na’budu wa iyyaka nastain. Ayat ini merupakan awal pengakuan keimanan hamba dan keyakinannya total kepada Allah
sebagai satu-satunya zat yang berhak disembah dan dimintakan pertolongan.
UPZ 2018
Unit Pengumpul Zakat Masjid Raya Syuhada Kecamatan Galang 2018
| LAPORAN | ||||||
| MUZAKKI ZAKAT FITRAH, INFAK, FIDYAH | ||||||
| BPUPZ MASJID RAYA SYUHADA KECAMATAN GALANG | ||||||
| TAHUN 2018 M/1439 H | ||||||
| Halaman I | ||||||
| No | Jlh Jiwa | NAMA | UANG (Rp) | BERAS (Kg) | INFAK (Rp) | FIDYAH (Rp) |
| 1 | 1 | Suriono | 296,400 | 3,600 | ||
| 2 | Anita Dewi | |||||
| 3 | Rizki Syahputra | |||||
| 4 | Gilang Ramadan | |||||
| 5 | Dava Suryanta | |||||
| 6 | Habib Rizki Ramadan | |||||
| 2 | 7 | H. Rusmawadi, S.Pd. | 148,200 | 1,800 | ||
| 8 | Siti Faisah | |||||
| 9 | Mhd. Ulil Amri Quraish Shihab | |||||
| 3 | 10 | Drs. H. M. Sakti Rangkuti, MA | ||||
UPZ 2015
Unit Pengumpul Zakat Masjid Raya Syuhada Kecamatan Galang 2015
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
INFO BKM
Kontak BKM Raya Syuhada Kecamatan Galang
H. Rusmawadi, S.Pd. (Ketua BKM)
HP/WA: 0852 7589 3911
Ahmad Abrar Rangkuti, M.A. (Sekretaris BKM)
HP/WA: 0813 7645 0443
Aiptu Ali Ikhwan Tambunan (Bendahara BKM)
HP/WA: 0852 7755 5325
Email: masjidrayasyuhada@gmail.com
BIDANG IMARAH
Subuh Berjamaah
Kegiatan Subuh Berjamaah diikuti oleh Muspika Kecamatan Galang, Kades dan Lurah se-Kecamatan Galang, Jamaah Masjid Raya Syuhada Galang, dan Pemkab Deliserdang. Kegiatan dilaksanakan pada Ahad, 27 Januari 2019. Kegiatan taushiyah, dan sarapan pagi bersama menjadi rangkaian kegiatan setelah salat Subuh berjamaah.
Gambar 1: Dari kiri ke kanan Kapten Inf. Budiono (Danramil 18 Galang), Drs. H. Nazamuddin (Ka. KUA Galang), Letkol Kav. Syamsul Arifin (Dandim 0204 DS), dan Ahmad Abrar Rangkuti, M.A. (Sekretaris BKM Raya Syuhada Galang)
Gambar 2: Jamaah bersiap melaksanakan salat Subuh berjamaah
Gambar 3: Ketua BKM Raya Syuhada Galang H. Rusmawadi, S.Pd. (jubah merah) bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat
Gambar 4: Kegiatan sarapan pagi bersama setelah salat Subuh
Gambar 5: Sarapan pagi bersama jamaah salat Subuh
Gambar 6: Muspika, dan Forkompinda Kab. Deliserdang sarapan pagi setelah salat Subuh berjamaah
PERPUSTAKAAN RAYA SYUHADA
Perpustakaan Raya Syuhada
Masjid Raya Syuhada Galang menerima sumbangan buku dari Bapak/Ibu Jamaah untuk koleksi perpustakaan Masjid Raya Syuhada Kecamatan Galang.
Koleksi buku berupa buku agama Islam (Sejarah, Pendidikan, Wawasan Islam, Hukum Islam, Tafsir, Hadis, dsb) dan juga Mushaf Alquran.
DAFTAR KOLEKSI PERPUSTAKAAN MASJID RAYA SYUHADA KECAMATAN GALANG
- Alquran, 20 eksemplar, Sumber: Sumbangan Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Galang, 2018.
- Buku Yasin, 10 eksemplar, Sumber: Sumbangan Polres Deliserdang, 2019.
- Hadis-hadis Palsu Seputar Ramadan, Prof. KH. Ali Mustafa Yaqub, M.A., 1 eksemplar, Sumber: Sumbangan Ahmad Abrar Rangkuti, Maret 2019.
- Umat Bertanya Ustadz Abdul Somad Menjawab, Achmad dan Maftuhul Aqli, 1 eksemplar, Sumber: BKM Raya Syuhada Galang, April 2019.
- Himpunan Hadis Qudsi, Syekh Irfan Ibnu Sulaim ad-Dimasyqi, 1 eksemplar, Sumber: BKM Raya Syuhada Galang, April 2019.
- 40 Masalah Agama Jilid 1, KH. Siradjuddin Abbas, 1 eksemplar, Sumber: BKM Raya Syuhada Galang, April 2019.
- 40 Masalah Agama Jilid 2, KH. Siradjuddin Abbas, 1 eksemplar, Sumber: BKM Raya Syuhada Galang, April 2019.
KABAR SYUHADA
Kabar Syuhada:
Gambar 1: Masjid Raya Syuhada Sebelum Pemasangan Kanopi, Jalan Tempat Wudhu Wanita dan Lesehan
Gambar 2: Masjid Raya Syuhada Sebelum Pemasangan Kanopi, Jalan Tempat Wudhu Wanita dan Lesehan
Gambar 3: Masjid Raya Syuhada Setelah Pemasangan Kanopi dan Jalan Tempat Wudhu
Senin, 18 Februari 2019
KAJIAN ISLAM
UNDANGAN
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
BKM Raya Syuhada Galang mengundang Bapak/Ibu/Sdr/i untuk menghadiri pengajian bulana rutin yang akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal: Rabu (malam Kamis)/20 Februari 2019
Tempat: Masjid Raya Syuhada Galang
Waktu: 19:00 s.d. 19:50 WIB
Kajian: Fikih Ibadah
Ustadz: Drs. H. M. Sakti Rangkuti, M.A.
Demikian undangan ini kami sampaikan. Besar harapan kami Bapak/Ibu/Sdr/i berkenan hadir.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
BKM Raya Syuhada Galang
Ketua Sekretaris
H. Rusmawadi, S.Pd. Ahmad Abrar Rangkuti, M.A.
Langganan:
Postingan (Atom)














