KHATIB JUMAT

KHATIB JUMAT 15 MARET 2019 USTADZ Drs. H. JASMAN - MUADZDZIN ABDUR RAHMAN SARUMPAET - WAKTU SALAT 12:36 WIB

Minggu, 10 Maret 2019

Edisi 02: 10-16 Maret 2019

SOLUSI MASALAH REMAJA DALAM ISLAM

Oleh: Ahmad Abrar Rangkuti, M.A.
Sekretaris: BKM Raya Syuhada Galang, PC Alwashliyah Galang, dan MUI  Galang
Blog: http://abrarrkt.blogspot.com


A. Kehidupan dan Masalah Remaja


Kehidupan remaja secara biologis ditandai dengan rentang usia 13 sampai dengan 21 tahun. Secara biologis pula remaja ditandai berbagai perubahan primer dan skunder.


Perubahan primer di antaranya adalah perubahan pada pertumbuhan volume tubuh, dan perkembangan emosional. Sementara itu, perubahan skunder ditandai antara lain dengan perubahan suara yang semakin besar (bagi laki-laki) dan nyaring (bagi perempuan), tumbuh rambut atau bulu di bagian tubuh tertentu, dan sebagainya.


Dengan berbagai perubahan tersebut, remaja menjalani fase kehidupan yang tidak lagi disebut anak-anak, tidak juga dewasa. Dari sini mulai timbul masalah dalam kehidupan remaja. Remaja tidak ingin lagi diperlakukan dan disebut anak-anak. Ini merupakan masalah pengakuan identitas remaja.


Selama ini kehidupan remaja dianggap oleh anggota masyarakat sebagai kehidupan yang susah diatur, kasar, ugal-ugalan, jauh dari agama, melawan orangtua, dan stigma negatif lainnya.


Meskipun tidak semua hal di atas berlaku secara umum, ada juga remaja yang kehidupannya dekat dengan agama, patuh dengan orangtua, disiplin, santun, dan sebagainya.


Oleh karena itu, perlu solusi atas permasalahan dalam kehidupan remaja. Kalau kajian tentang remaja berhenti pada studi biologi, kehidupan remaja dengan berbagai masalahnya hanya dapat diselesaikan pada tahapan biologis saja.


Begitu juga kalau masalah remaja hanya diatasi dengan pendekatan psikologi, hal ini masih menyelesaikan masalah lapis luar atau (artificial) saja. Sebagaimana psikologi yang hanya mengkaji gejala perilaku manusia, pendekatan ini belum menyentuh sisi terdalam manusia.


Kalaupun diselesaikan dengan pendekatan sosiologi, hal tersebut juga masih belum menjawab inti masalah kehidupan remaja. Sebagaimana kajian sosiologi yang hanya berkutat pada intetraksi, komunikasi, dan sosialisasi, pendekatan ini belum menjawab secara utuh masalah remaja.


Hal ini berarti belum memberikan solusi yang mendasar terhadap masalah yang dihadapi remaja. Solusi dari berbagai masalah di atas ada dalam ajaran Islam. Dimulai dengan identifikasi masalah, merujuk Alquran, hadis maupun sunnah, dan mengambil ibrah dari sejarah kehidupan sahabat, tabi'in, dan salafus salih.

B. Islam: Solusi Masalah Remaja

Doa Nabi Kepada Ibn Abbas

اللهم فقهه في الدين و علمه التأويل

Nasehat Nabi tentang menjaga Allah

احفظ الله

Doa Nabi kepada laki laki yang hendak berzina

اللهم اغفر ذنبه وطهر قلبه وحصن فرجه


Tidak ada komentar:

Posting Komentar